penarubah
Visual artist yang gemar menulis
Cinta sebesar kue jahe

Cinta Sebesar Kue Jahe

Ada beberapa orang yang menganggap bahwa cinta adalah perkara adu nasib. Bahwa cintanya harus dibandingkan dengan cinta yang lain dan selayaknya manusia, kita selalu membanggakan cinta kita sendiri sebagai yang paling besar. Sayangnya untuk ini aku tidak pernah menang. Apalagi karena cintaku hanya sebesar kue jahe.

Cintaku hanya sebesar kue jahe. Bentuknya tidak rata dan gosong dimana-mana. Cintaku juga rasanya sederhana karena hanya manis dan hangat saja. Kadang agar tampak lebih menarik aku menggambar hati-hati kecil di badan kue jahe tapi akhirnya hilang juga saat matang. Tidak banyak yang dapat aku banggakan dari cinta yang kecil dan sederhana seperti itu.

Terkadang, aku ragu apakah cinta yang disajikan seperti kudapan dapat membuatmu bahagia? Karena akan selalu ada cinta lain yang lebih besar di atas meja. Kudapan kecil dalam piring putih penuh ketulusan ini terlihat lebih seperti pelengkap daripada makanan utama yang selalu kita nanti-nantikan.

Tapi tidak apa. Kau genggam saja kue jahe ini dan dekap sewaktu-waktu kau merindukanku. Hati-hati kecil yang kugambar sebelumnya masih di sana walau mungkin tidak terlihat. Biar itu jadi rahasia kita berdua saja. Lain kali aku akan gambar senyum yang lebih lebar dan akan kuberikan lagi sebelum kue jahe ini melumer oleh air matamu. Kuharap aku bisa memberimu lebih dari sekedar cinta sebesar kue jahe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *