penarubah
Visual artist yang gemar menulis
Terbang Pertama

Terbang Pertama

Saat tulisan ini dibuat, kamu mungkin sedang ada di langit. Menjalani terbangmu yang pertama kali dan aku tidak menjadi salah satu dalam kenangan di penerbangan pertamamu. Satu lagi bagian yang gagal dari peranku sebagai ayah.

Aku hanya dapat membekalimu dua maccaron pagi itu. Berharap maccaron itu melompat dari bungkusnya di pesawat nanti dan sebagai gantinya menggenggam tanganmu untukku. Sedang satu maccaron lagi menemanimu berbincang soal awan-awan yang akan kamu lewati sepanjang penerbangan. Pikiran tentang bagaimana kamu akan sibuk melihat awan-awan di jendela kecilmu membuatku bahagia.

Sebetulnya aku tidak suka kepergian yang tergesa-gesa dan ini adalah salah satunya. Kepergian tergesa-gesa selalu menyisakan pengandaian. Andai waktu yang tersisa tadi aku pakai untuk memelukmu lebih lama, andai waktu yang tersisa tadi aku pakai untuk mencium pipimu, atau andai waktu yang tersisa tadi aku pakai untuk mendengarmu mengucapkan I love you sekali lagi.

Kini aku hanya berandai-andai kalau waktu itu bisa aku ulang kembali dan aku dapat memberikan perpisahan yang lebih layak dari sekedar maccaron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *