penarubah
Visual artist yang gemar menulis
Berhitung

Berhitung

Rindang, sejujurnya, diam-diam aku berhitung tentang berapa banyak lagi waktu pertemuan yang kita dapat usahakan hingga aku tidak ada nanti. Ternyata, tidak banyak. Dengan semua rintangan, cobaan, dan ketidak-adilan yang berada pada jarak di antara kita, mengusahakanmu adalah sebuah usaha besar untuk mencintai.

Aku kira, mengusahakan adalah satu-satunya bahasa cinta yang aku kuasai dan untuk itu aku tidak pandai menunjukannya padamu. Tentu usaha setiap orang tidak pernah sama dan akan selalu ada orang yang membanding-bandingkan usahanya dengan usaha orang lain. Jika itu membuat usahaku terlihat kecil, aku minta maaf. Tapi usaha kecil untuk mencintai itu adalah segala dari usaha dalam waktuku yang terbatas untuk mencintaimu.

Jadi, kembali ke hitungan waktu sebelum akhirnya aku tidak ada. Kini waktu itu sedang aku rentangkan di meja panjang. Kuletakkan berjajar dari satu waktu ke waktu yang lain. Aku menilik waktu-waktu mana yang lebih membahagiakanmu dan mana yang tidak. Waktu yang membahagiakanmu aku warnai dengan spidol dan waktu-waktu yang lain aku simpan di dalam kotak untuk istirahat.

Jadi tersisalah lembaran panjang waktu-waktu yang tersisa untuk mencintaimu. Ternyata tebakanku benar. Walau sedikit, semua waktuku adalah untuk mencintaimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *